Art Sari, Sabun Natural yang Ramah Lingkungan

Art Sari, Sabun Natural yang Ramah Lingkungan

Diposkan: 20 Apr 2018 Dibaca: 15 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Variasi dan pilihan sabun maupun samphoo saat ini semakin beragam. Hal ini membuat konsumen semakin mudah dalam memilih produk yang diinginkan.  Salah satunya Art’ Sari yang menghadirkan produk sabun natural dan samphoo berbahan alami seperti sayuran dan buah-buahan.Tidak hanya itu saja, produknya juga dikemas dalam bentuk batangan ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. Sebab setiap jenis produk yang dihasilkan tidak seperti samphoo atau sabun umumnya yang menggunakan plastic ataupun botol.

Lilis Sukeksi, pemilik usaha Art’ Sari Natural Soap and Shampoo, Jumat (20/4/2018) menyebutkan dirinya memulai usaha ini sekira lima tahun terakhir. Meski begitu, sebelumnya dia sudah memproduksi Virgin Coconout Oil (VCO) dengan bahan baku kelapa. Produk ini termasuk banyak diminati. “Sebelum membuat sabun ini, saya sudah membuat VCO. Namun saat saya melanjutkan pendidikan doctor di Kuala Lumpur, produksi VCO itu, terhenti di tahun 2006 lalu,”ujarnya.

Kemudian setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Indonesia tahun lalu, Lilis pun kembali membangun usahanya yang sempat vakum. Namun, respon pasar tidak seperti saat memulai usaha. “Pemasarannya tidak selancar diawal memulai usaha, tetep semangat juga,”ujarnya.

Hingga satu ketika dalam perjalannya, seiring mendapatkan limbah dari VCO.  Dari sini Lilis pun terinspirasi untuk kembali mengolahnya dengan membuat produk turunnya. “Ini semuanya dimulai gara-gara buat VCO. Dari 100 biji bahan baku kelapa bisa menghasilkan 2 kg taik minyak. Taik minyak hanya dimanfaatkan sebagian kecil saja, untuk lauk. Sementara sisanya, terbuang begitu saja, padahal itu mengandung protein,”ujar dosen Tehnik Kimia Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Setiap hari dia membutuhkan 100 buah kelapa untuk membuat CVO ini. Dari sini dia bisa menghasilkan 4 liter VCO dengan limbah berupa taik minyak sekira 2 kg. Taik minyak (blondho) inilah yang kemudian diolahnya, dan produk pertamanya adalah scrab.  Kemudian berkembang dengan memproduksi sabun.

Itupun sebut Lilis, awalnya sabun tersebut tidak untuk dikomersilkan, melainkan untuk konsumsi sendiri dan dibagikan ke teman-temannya. Namun belakangan dia berpikir kalau seperti itu terus tidak akan menguntungkan.

Hingga akhirnya dia pun memutuskan secara perlahan memasarkan produk ini. Selain sabun blondho, Art’ Sari Natural juga menyediakan varian sabun lainnya dan kemudian berkembang juga dengan samphoo batangan. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved