Bisnis Menjanjikan dari Kerak Nasi

Bisnis Menjanjikan dari Kerak Nasi

Diposkan: 22 Jan 2018 Dibaca: 87 kali


ukmkotamedan,

Camilan kuliner tradisional Indonesia, kerak nasi ternyata memiliki peluang bisnis yang begitu menjanjikan. Peminatnya juga datang dari beragam latar belakang ekonomi. Sebuah peluang bisnis yang dilirik Junaidi, pemilik usaha ‘Kerak Nasi Intip Solo’.

Sebenarnya aku Junaidi, usaha yang dirintisnya sekira dua tahun lalu itu. Tidak mudah baginya merintis bisnis yang awalnya dia temukan di Solo. Oleh karenanya, sebelum membangun usaha tersebut,dia pun mempersiapkan perlengkapan dan peralatan serta sistem produksinya.

“Awalnya kita mencari alat produksinya, kemudian membuat membuat sistem kerjanya. Kalau yang kita lihat di solo masih terlalu manual. Memang kita juga manual, tapi dengan adanya alat ini, sistem kerjanya lebih simple,”ujarnya, (22/1/2018).

Diceritakannya, awal merintis bisnis ini disebabkan keinginannya memberikan camilan khas Indonesia. Sehingga untuk mendapatkan camilan kerak nasi, tidak jauh-jauh harus ke Solo untuk mendapatkannya. Karena untuk mendapatkan kerak nasi di keluarga itu, tidak semudah dulu, disebabkan umumnya rumah tangga sudah menggunakan rice cooker.

Selain itu, hadirnya usaha ini sebut Junaidi yang kesehariannya memasarkan kerak nasi ini di kawasan Jalan Megawati Kota Binjai ini, juga adanya keprihatinan terhadap nasi yang terbuang, serta keinginannya untuk membuka lapangan kerja. “Jadi peluang ini yang kita tangkap,”ujarnya.

Memasuki tahun ketiga membangun bisnis, Junaidi mengaku masih terkendala mengenalkan produk ini ke konsumen. Bahkan untuk mengedukasi masyarakat jika kerak nasi ini, makanana sehat tidak mudah. “Tantangan dan hambatan yang kita rasakan untuk mengedukasi masyarakat. Walaupun umumnya masyarakat sudah banyak yang tahu, namun untuk go global hal ini menjadi tantangan kita,”ujarnya.

Dari bisnis kerak nasi ini, Junaidi mengaku dalam satu hari satu orang tenaga kerja bisa mengerjakan 10 kg bahan baku. Dimana setiap kgnya, bisa menghasilkan 12 keping kerak nasi yang diproduksi manual. ”Kita ada dua orang yang mengerjakan, jadi satu hari itu bisa mencapai 20kg,”ujarnya, jumlah ini meningkat dari pertama-tama yang hanya diproduksi sekira 2 hingga 3 kg per harinya.

Dalam proses pemasaran, masih mengandalkan offline dan pasar tradisional dan kawasan kaki lima di Jalan Megawati Binjai. “Untuk pemasaran produk, masih dilakukan dari mulut ke mulut. Meski begitu, seiring berjalannya waktu orderan mengalami meningkat,”ujarnya seraya mengakui jika peminat kerak nasi ini ternyata cukup besar.


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved