Digital Main Gate bagi UKM

Digital Main Gate bagi UKM

Diposkan: 14 Mar 2018 Dibaca: 35 kali


ukmkotamedan

Bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) penting untuk memanfaatkan tehnologi dalam mengembangkan usahanya. Termasuk dari hal yang sederhana, dengan memiliki website. Sebab digital saat ini menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

Hal ini diungkapkan Founder Kargoku.com, Martin BU Nababan pada seminar Industri Engeenering (IE) Fair 2018 yang diselenggarakan Fakultas Tehnik Jurusan Tehnik Industri Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (14/3/2018).

Disebutkannya, kenapa hal tersebut penting. Kondisi ini karena terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari populasi Indonesia  yang mencapai 265,4 milliar, dengan pelanggan selulernya mencapai 415,7 millar.

Kemudian sambungnya, tingkat konsumsi barang melalui ecommerce juga terus bertumbuh. Seperti tahun 2017, dari 24,74 miliar meningkat menjadi 28,07 miliar. Melihat peluang tersebut pelaku UKM, harus bertransformasi ke digital.

“Ecommerce adalah kehidupan sekarang ini. Do something now,”ujarnya seraya menyebutkan yang terjadi dipasar saat ini, ketika ingin mencari atau mendapatkan sesuatu cukup dengan browser,  dengan menggunakan tehnologi, terkoneksi dengan semua stoke holder,  cepat, aman dan murah.

Dia menyebutkan, dari tingkat konsumsi e-commerce ini di tahun 2018 ini diperkirakan mencapai Rp 34,524 milliar untuk belanja fashion dan beaty, kemudian untuk travel Rp Rp 33,838 miliar, dan toys Rp 20,104 miliar.

Sebenarnya sambungnya, tehnologi diciptakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Oleh karenanya, memanfaatkan tehnologi dalam kehidupan sehari-hari sangat bisa membantu. “Baik itu pekerjaan, supaya bisa diakses. Harus disadarkan pelaku UKM ini. Contoh yang paling mudah itu, apakah UKM itu sudah mempunyai website. Pernah transaksi secara online apa tidak. Jika sudah mengakses secara digital itu akan memudahkan dan menjadi pintu masuk,”ujarnya.

Dengan jualan secara online, bisa dilihat seluruh dunia. Untuk itu, pemerintah pun diharapkan mendidik dan membina UKM agar melek digital. Sehingga produknya diketahui publik. Selain itu, kampus juga sambungnya, harus turut membantu UKM ini agar harganya bersaing.

Disisi lain, ketua panitia, Mhd Giffani A, menyebutkan seminar yang digelar ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (Himti) Fakultas Tehnik Universitas Sumatera Utara (USU). Dengan rangkaian acara seperti bazar, studi kasus ke Pelindo, indeks engineering galery, serta gathering dengan Walikota Medan untuk menyambut 10 finalis dari luar kota seperti dari Universitas Islam Indonesia (UII), Institute Tehnologi Bandung (ITB), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia.

“Kegiatan ini, untuk memkompetisikan bidang tehnik industri terutama di bidang suplay chain antar mahasiswa di Indonesia,”ujarnya. Selain Martin, ada sejumlah pembicara lainnya, masing-masing Prof  Staff Khusus bidang Investasi ekonomi dan transportasi Kementerian Perhubungan, Wihana Kirana Jawa, Direktur Perencanaan Pengembangan Pelindo I, Imam Sulaiman dan guru besar Fakultas Tehnik Industri, Prof  Sukaria Sinulingga.ukm01


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved