Dua Anak Medan Jadi Pembicara di Swedia

Dua Anak Medan Jadi Pembicara di Swedia

Diposkan: 13 Apr 2018 Dibaca: 29 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Dua anak Medan menjadi pembicara mewakili Indonesia pada Global Child Forum di Royal Palace, Stockholm, Swedia, Rabu (11/4/2018). Keduanya, Ruth Kesia Simatupang (17) dan Fauza Ananda (16). Kedua merupakan pekerja dampingan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

“Ruth Kesia Simatupang berasal dari Kuala Bekala, bersekolah kelas II di SMAN 2 Medan dan sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Fauza Ananda sudah putus sekolah dan sehari-hari bekerja di pabrik sablon. Fauza sudah tamat SMP melalui kejar Paket B dan tahun 2018 ini akan melanjutkan sekolah ke SMA”, sebut Direktur Eksekutif Yayasan PKPA, Keumala Dewi, yang mendampingi kedua anak dalam forum global tersebut, dari Stockholm.

Yayasan PKPA sebut Keumala, sudah dua tahun terlibat aktif dalam kampanye inklusi bertema It’s Time to Talk di Sumatera Utara untuk meningkatkan keterlibatan sektor bisnis.“Melalui kampanye “Its time to talk”, lebih dari 1.800 anak yang bekerja di 36 negara dapat membagikan berbagai pandangan dan pesan mereka terhadap dunia, termasuk masyarakat, pemerintah, keluarga dan sektor bisnis” tegas Keumala.

Pada kesempatan tersebut pidato Ruth dan Fauza juga menyinggung mengenai pentingnya perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anak anak di seluruh dunia.

“Perusahaan dapat mendukung pendidikan yang berkualitas untuk semua anak, termasuk anak-anak disabilitas. Sektor usaha juga dapat membagikan dan menggunakan keuntungan mereka untuk melaksanakan pelatihan keterampilan dan memberikan modal usaha kepada anak-anak disabilitas  dan anak putus sekolah agar mereka dapat memperbaiki kehidupan mereka” jelas Keumala Dewi mengutip pidato Fauza, melalui pesan Whatsapp.

Lebih lanjut, Keumala Dewi menyampaikan mengenai pidato Ruth Kesia Simatupang yang meminta pemerintah harus berkomintmen membuat kebijakan atau undang-undang yang memastikan sektor bisnis bertanggungjawab dan berkewajiban untuk melindungi anak-anak dari pekerjaan yang berbahaya dan tidak akan mengeksploitasi anak-anak.

Diakhir pesannya, Keumala Dewi menyampaikan bahwa Global Child Forum merupakan organissi non profit yang didirikan keluarga Kerajaan Swedia untuk membntu anak anak dan menjembatani relasi antara pemerintah, dunia usaha dan anak anak di seluruh dunia.

Pertemuan tahun 2018 tersebut, tambah Keumala Dewi, merupakan pertemuan ke 10 yang dihadiri setidaknya 50 perwakilan sektor bisnis dari berbagai negara seperti Nestlé, Standard Chartered Bank, Netherland Bank, Tege Energy, IKEA, Badan PBB dan Lembaga Non Pemerintah dari 36 negara yang membagikan pengalaman baik mereka dalam menerapkan partisipasi anak dan keharusan sektor bisnis untuk peduli dan menghargai anak-anak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses bisnis.

“PKPA sendiri terlibat dalam kampanye Its time to talk mewakili Indonesia dan kedua anak Medan tersebut terpilih menjadi perwakilan pekerja anak di 36 negara yang terlibat dalam kampanye Its time to talk dan terpilih menghadiri Global Child Forum terssebut” pungkasnya.(UKM01/rel)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved