Berbekal Satu Mesin Jahit, Ainun Kini miliki 23 Karyawan

Berbekal Satu Mesin Jahit, Ainun Kini miliki 23 Karyawan

Diposkan: 08 Dec 2017 Dibaca: 201 kali


ukmkotamedan,

Berbekal satu mesin dari dapur berukuran 3x5 meter, mampu menghantarkan Hj Nur Ainun menjadi seorang pengusaha sukses. Tidak hanya bergerak dibidang konveksi, kini juga memiliki butik yang mampu memberdayakan 23 orang tenaga kerja. Ini semua tidak terlepas dari kegigihan dan semangat juangnya yang tinggi dan pantang menyerah.

Perempuan berhijab kelahiran tahun 1981 ini menuturkan, awal mula terjun ke dunia bisnis bermula dari ketidak puasannya. Sebab ketika menjahitkan pakaian, hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Belum lagi, harus mengeluarkan anggaran yang nilainya tidak murah. 

“Ini awalnya untuk diri kebutuhan sendiri. Ingin tampil beda. Karena kalau dibuat sama orang lain, selain soal biaya terkadang hasilnya tidak sama seperti yang diinginkan,”ujar Ainun, Selasa (5/12/2017).

Latar belakangan pendidikan Ainun yang hanya Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak menjadi hambatan baginya untuk berkarya. Ini dibuktikannya, setelah menyelesaikan pendidikan SMA dia mulai belajar menjahit tahun 2001 silam.Tiga tahun kemudian, dia mulai menerima orderan jahitan.

Dari sini, menjadi titik awal perjalanan bisnis Ainun. Tepatnya di tahun 2004, dengan mengandalkan satu unit mesin jahit dan mesin obras yang dimulainya dari dapur berukuran 3x5 meter, memulai usaha konveksi.

Meski bergerak dari dapur, namun Ainun sudah memberdayakan dua orang tenaga kerja.“Saat itu juga sudah banyak orderan,”ujarnya, dan seiring perjalanan waktu usahanya pun semakin berkembang dan dapur produksi juga semakin diperluas. Disini, Ainun mengaku ditiga tahun pertama disibukkan dengan peningkatan kualitas produknya.  Sehingga karyanya memiliki nilai tawar dipasaran.

Di tahun keempat, Ainun mengaku mulai gencar untuk marketing. Menerima beragam orderan seperti baju pengantin, gaun  pesta dengan desain sendiri, membuat karya Ainun pun semakin bersaing.

Selama 13 tahun membangun bisbis, Ainun mengaku jatuh bangun. Namun semangat pantang menyerah membuatnya tetap semangat untuk sukses meraih impiannya. “Pantang menyerah dan kalau ada masalah, saya kembali sama pencipta masalah,”kata perempuan yang mengaku suka ngopi ini.

Dia pun mengaku selalu mengedepankan selera kostumer yang dan menggunakan jasanya, menjadi hal utama. “Kalau untuk selera, disesuaikan dengan isi kantong kostumer. Jadi siapapun yang datang dengan saya, saya terbuka lebar,”ujarnya.

Karena ketika ketemu dengan costumer, sambungnya, menjadi ajang untuk membangun silaturrahmi, dia pun tidak selalu menjadikan patokan uang adalah segalanya. “Saya tidak selalu ngoyo hanya dengan uang semata,”ujarnya.

Tidak heran, untuk tarif yang diberikannya tidak terbatas, tergantung pemakaian bahan baku. “Untuk tarif jasa, kita sesuaikan dengan isi kantong kostumer,”ujar pemilik branding desin by Ainun ini.(ukm01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved