Mahasiswa Unimed Hasilkan Produk Inovatif

Mahasiswa Unimed Hasilkan Produk Inovatif

Diposkan: 22 Jan 2018 Dibaca: 42 kali


ukmkotamedan,

Sentuhan inovasi yang didukung dengan riset, limbah ternyata bisa menghasilkan karya unik dan bernilai ekonomis.Tidak hanya mengatasi sekedar mengatasi persoalan lingkungan, namun juga bisa menjadi peluang bisnis yang dijanjikan.

Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan (Unimed), Dicky Mahaputra Tarigan bersama timnya yang berhasil meraih sejumlah medali.

Dicky sapaan Dicky Mahaputra Tarigan, disela-sela Pameran Produk Inovasi Rakernas Kemenristekdikti di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), (17/1/2018) menuturkan sepanjang tahun 2017 sudah banyak karya yang ditampilkan dalam berbagai kompetisi.

Hampir seluruh produk inovatif karya mereka ini, merupakan hasil riset yang mengandalkan bahan baku limbah. “Ini semua kita buat dari problem yang sering ditemui di masyarakat. Seperti limbah kulit jengkol, kulit rambutan. Karena kalau lagi musim buah, selalu limbahnya selalu menjadi masalah. Nah dari masalah ini, kemudian kita terinspasi untuk bisa memanfaatkan,”ujar Dicky didampingi rekannya, Rahel Natalia Saragih Munthe.

Berdasarkan hasil riset yang diperoleh sambungnya, ternyata limbah tersebut memiliki manfaat yang berbeda. “Kulit rambutan misalnya, mengandung bioaktif fenolik yang sangat baik bagi tubuh. Anti oksidan yang dapat mencegah kanker,”terangnya.

Untuk kulit rambatan ini, terangnya, bisa diolah menjadi agar-agar. Sedangkan hasil riset lainnya, terhadap kulit jengkol, bisa dimanfaatkan untuk insektisida organik yang bersifat alami dan ramah lingkungan.

Bahkan yang teranyar Dicky bersama seorang siswanya dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Matauli Pandan, juga membuat teh dengan bahan baku biji alpukat serta bonggol jagung yang diolah menjadi pencuci tangan.

“Jadi yang Jengkol Spray, kami dapat medali perak dan spesial award dari Taiwan di Malaysia di  ajang Internasional Invention, Innovation and Technologi Exhibition (ITEX). Kemudian meraih medali emas dengan inovasi agar-agar kulit rambutan diajang International Young Inventor Award (IYIA). Yang baru-baru ini, bersama siswa saya, kita membuat  biji alpukat menjadi teh dan bonggol jagung menjadi hand sonitizer, dan mendapatkan medali emas expo di Taiwan, Desember lalu,”ujarnya.

Dari beragam produk ini, Dicky mengaku masih melihat potensi pasarnya. “Jadi ini masih sebatas penelitian. Namun untuk jengkol sprei ini sudah mulai kita pasarkan melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) Dikti bidang kemahasiswaan,”ujarnya.(ukm01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved