LPDB Targetkan Serapan Dana Bergulir di Sumut Meningkat

LPDB Targetkan Serapan Dana Bergulir di Sumut Meningkat

Diposkan: 17 Apr 2018 Dibaca: 14 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN 

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian  Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia menargetkan penyerapan dana bergulir di Sumatera Utara mengalami peningkatan. Besarannya diharapkan bisa mencapai 100%  dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp 164 miliar.

“Saya tidak membaginya perdaerah. Tergantung, karena saya sudah bersinergi dengan Dinas Koperasi. Tentunya Dinas Koperasi sebagai pembina disini harus aktif mencari koperasi yang ada di Sumut,”ujar Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian  Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Braman Setyo pada acara sosialiasi penyaluran dana bergulir ini, di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sumut, Selasa (17/4/2018).

Ditahun 2018 ini sebut Braman Setyo, total alokasi dana bergulir ini mencapai Rp Rp 1,2 triliun.Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dominasi penyaluran masih di pulau Jawa dan Bali. Sedangkan Sumatera Utara, serapannya hanya sebesar Rp 164 miliar dengan 700 mitra. Bahkan dari besaran kucuran dana LPDB tersebut 85%-90% diserap KPUM.

“Diharapkan ini bisa meningkat mencapai Rp 250 miliar atau bahkan Rp 300 miliar. Kami harapkan seperti itu. Kami yang dari Jakarta kan tidak tahu potensi disini,”ujarnya.

Sumut sambungnya, dari 34 provinsi di Indonesia berada diposisi 15 atau 16. “Sehingga saya berharap dengan Kadis yang baru ini bisa lebih agresif. Sehingga banyak serapan dana bergulir di Sumut. Selama ini dana bergulir berputar di Jawa dan Bali. Kami tidak ingin ini terulang kembali,”ujarnya.

Menurutnya, setiap orang membutuhkan uang. “Tentunya ini yang harus dilakukan Diskop. kalau memang itu  bisa dilakukan secara intensif dan didorong mengajukan ke LPDP, itu yang saya harapkan,”imbuhnya seraya menambahkan selama dana bergulir didominasi Jawa dan Bali mungkin disebabkan infrastrukturnya yang lebih dekat dan aktif.

“Sekarang tidak ada seperti itu, dunia sekarang serba cepat, dengan menggunakan sosmed. Kenapa tidak dilakukan, pakai refrensi seperti itu. Sehingga melalui berbagai tehnologi informasi saya kira mudah itu semua dilakukan,”ujarnya seraya menambahkan melalui acara ini sebagai salah satu bentuk sosialiasi, potensi koperasi yang bergerak disektor real, siap dibiayai asalkan bisnisnya berjalan. Selain itu Braman Setyo menyebutkan pihaknya saat ini bersinergi dengan perusahaan penjaminan.

Selain itu pihaknya menawarkan jaminan dana bergulir minal 30%, tidak seperti sebelumnya harus menyiapkan jaminan 100%. “Jaminan minimal 30%, yang pentung usaha lancar. Dan ini ditentukan laporan keuangan cash flow, pembukuannya sudah benar,”ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Amran Uteh menyebukan ini tergantung dengan koprasi dan UMKM. jika koprasio dan UMKM sehat akan bisa didongkark. “Ini tergantung dengan mitra kita koperasi dan UMKM,”ujarnya.(UKM01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2018. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved