Resah Diperas, Pelaku UKM Minta Perlindungan Hukum

 Resah Diperas, Pelaku UKM Minta Perlindungan Hukum

Diposkan: 13 Apr 2018 Dibaca: 73 kali


UKMKOTAMEDAN-MEDAN

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meminta perlindungan hukum ke Lembaga Perlindungan Hukum (LBH) Medan, Kamis malam (12/4/2018). Mereka mengaku resah, akibat akibat tindakan sweeping oknum polisi yang memesar hingga puluhan juta.

Rombongan UKMM ini didampingi Ketua Forda UKM Sumut, Lie Ho Pheng dan Bendahara, Sri Wahyuni Nukman. Seperti Yunianto, pelaku usaha selai roti di Kawasan Deliserdang, menuturkan sejak dirintis tahun 2014 oknum polisi yang datang sudah sering berulang.

“Di 2014, dalam satu tahun itu saya tiga kali didatangi dengan oknum yang berbeda. Kemudian di tahun 2016, didatangi juga. Tapi waktu itu memang sudah agak lama. Saya pun seperti itu sih, tidak mau ribet. Selagi bisa nego ya nego saja.  Cuman di tahun 2017 ini saya terasa kali. Karena ekonomi yang sulit, tagihan sulit dan penjualan juga sulit. Istilahnya, kalau ini juga saya beri berarti saya beri nasi saya ke dia,”urainya.

Yunianto mengaku bingung sehingga tetap memberikan nilai yang cukup besar, meski harus meminjam yang dari kerabatnya. “Angkanya yang cukup besar, karena angka itu saya pinjam dan belum dapat saya lunasi. masih ada sisa sampai sekarang,”ujarnya seraya menambahkan yang dipertanyakan itu soal penggunaan bahan baku.

Bahkan, barang dagangannya juga dibawa ke kantor polisi. “Barang kita dibawa ke kantor lalu ditanyai. Kita tidak dikasih pulang, tidur disana semalam. Kemudian setelah cincai-cincai, agak tercerahkan dan kita pulang dan barang kita bawa pulang. Cuman itu kan kejadiannya berulang-ulang. Ini yang saya keluhkan,”ujarnya.

Kemudian sambungnya, beberapa minggu yang lalu oknum polisi tersebiut datang lagi. “Nah saya pikir,kalau memang harus tutup ya tutup,”ujar Yunianto yang mengaku semakin resah dengan aksi sweeping tersebut.

Pengusaha lainnya yang meminta perlindungan hukum, Elly yang memiliki usaha di Kota Medan. Pengusaha Nata De Coco juga mengaku resah. Bahkan kondisi ini sejak dua tahun terakhir.“Sejak awal kita sudah diganggu juga. Namun belakangan ini semakin menjadi. Karena meminta nominal yang tidak wajar hingga mencapai ratusan juta,”ujar Elly. Begitupun setelah bernegosiasi, hingga disepakati angka puluhan juta.

Ketua Forda UKM Sumut, Lie Ho Pheng menyebutkan pihaknya akan terus mendukung upaya penyelesaian masalah yang meresahkan UMKM di daerah ini hingga selesai."Jika kawan-kawan pelaku usaha masih terus diusik dan tidak nyaman dalam menjalankan usahanya, maka kita akan terus lakukan upaya-upaya, termasuk melakukan aksi hingga ke istana sekalipun,"katanya.

Menyikapi hal ini Direktur LBH Medan, Surya Adinata menyebutkan pelaku usaha harus kompak dan komit, jangan pada saat diganggu dan bermasalah saja, baru kemudian sibuk mencari perlindungan."Begitu dirasa aman sedikit saja, terus diam. Harusnya tetap saja melakukan upaya hingga masalahnya benar-benar selesai.  Pelaku usaha sambungnya, harus tetap saling menjalin komunikasi dan sharing ke asosiasi seperti Forda UKM Sumut, agar bisa dilakukan tindakan advokasi,”ujarnya.(UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved